Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts

Pengertian Islam dan Sejarahnya

Pengertian Islam

Pengertian Islam secara harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, serta bersih. Kata Islam terjadi dari tiga huruf, yakni S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama). Pengertian Islam Menurut Bhs, Islam datang dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam adalah bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.
Adapun Pengertian Islam Menurut Istilah, (dilihat dari bagian subyek manusia pada dinul Islam), Islam yaitu ‘ketundukan seorang hamba pada wahyu Ilahi yang diturunkan pada para nabi serta rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan dasar hidup dan sebagai hukum/ketentuan Allah SWT yang bisa menuntun umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kehadiran petunjuk akan Islam berawal pada ketika Nabi Muhammad Saw menerima wahyu di gua Hira pada th. 622 serta jadi satu bukti kalau Muhammad diangkat sebagai Nabi serta Rasul oleh Allah Swt. Nabi Muhammad Saw lahir di jazirah Arab yang pada ketika itu rata-rata menganut agama Yahudi serta Kristen dan penyembah berhala pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 21 April 570 atau 571 masehi. Beliau adalah anak yatim lantaran pada saat beliau di dalam kandungan nyatanya Ayahnya abdullah bin Abdul Muttalib sudah wafat serta ibunya Aminah binti Wahab juga wafat saat beliau berumur 7 tahun. Pada akhirnya beliau dirawat oleh pamannnya Abu Talib yang sebelumnya juga dirawat oleh kakeknya Abdul Muthalib. Seiring waktu berjalan beliau menikah dengan Siti khadijah seorang janda pada umur 25 tahun.
Lantas Nabi Muhammad Saw sempat menjabat sebagai hakim diusia 35 th. cuma saja pada saat itu beliau sudah tidak menyukai lagi situasi yang berada di kota mekah lantaran adanya persoalan sosial serta penyembahan berhala dan kegiatan mengubur bayi wanita. Oleh sebab itu, nabi Muhammad Saw memilih menggunakan waktunya untuk menyendiri di gua Hira sampai pada saat itu Malaikat Jibril mendatangi Muhammad di umur 40 tahun.
Pada akhirnya dimulailah masa-masa kenabian Muhammad Saw, serta mulai untuk mengajarkan ajaran Islam pada orang-orang yang ada didekatnya lantas karena kegiatan dakwah islam yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Saw sudah tercium oleh petinggi Mekah turunlah wahyu tuhan dalam surat Al-Hijr ayat 94 untuk melakukan hijrah pada th. 622 dari Mekah ke Madinah.
Setelah tinggal di Madinah, Islam makin besar serta umat muslim sudah jadi kuat dan makin banyak pengikutnya, kemudian sudah berhasil menaklukkan kota mekah hingga mempersatukan semua jazirah Arab di bawah panji Islam. Kemudian, beliau juga meninggal dunia dan pada ketika itu dimulailah sejarah baru islam, yang selanjutnya para pengikutnya mesti mencari sendiri jalan lantaran sang petunjuk sudah tidak ada. Untunglah banyak ajaran yang sudah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Saw hingga hal tersebutlah yang selalu dijadikan pedoman oleh para pengikutnya.

Islam Pasca Rasulullah

Setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw pada ketika itu belia digantikan oleh Abu Bakar untuk dijadikan sebagai khalifah pada th. 632 masehi. Tantangan yang ditemui oleh khalifah Abu Bakar yakni untuk membasmi kemurtadan oleh Bani Tamim dan Musailamah al-Kadzab dan banyaknya orang yang mengaku sebagai nabi sesudah Nabi Muhammad Saw. Lantas pada th. 633 masehi sebagai awal mula pengumpulan serta penyusunan al-Quran dari mushaf-mushaf.
Lantas pada th. 634 masehi, Abu Bakar pada akhirnya meninggal dunia serta diangkatlah Umar bin Khatab sebagai khalifah baru. Pada masa-masa kekhalifahan umar bin Khatab sudah terjadi banyak penaklukan serta peperangan seperti penaklukan damaskus, peperangan dengan tentara Romawi, Syria, Mesopotami serta Palestina dan persia. Lantas pada th. 638 terjadi penaklukan Baitulmuqaddis oleh Islam dalam peperangan Jalula atas persia. Lantas pada th. 639 masehi, terjadi penaklukkan madain yakni kerajaan persia. Pada th. 64 masehi, kerajaan Islam madinah sudah mulai membuat mata uang Islam serta menaklukkan mesir. Kemudian pada th. 642 masehi, terjadi penaklukan Nahawan, kerajaan persia secara keseluruhnya. Lantas pada th. 644 masehi, umar bin khatab mati terbunuh hingga pada ketika itu Utsman bin Affan diangkat jadi khalifah.
Pada th. 645 masehi jadi awal mula kekhalifahan Utsman bin Affan, di masa-masa beliu masih tetap melanjutkan perjuangan umar bin khatab dengan menaklukkan Cypru pada th. 645 masehi, melakukan penyerangan Byzantium di kota mesir iskandariyah pada th. 647 masehi. Lantas pada th. 647 masehi melakukan perang di laut melawan Byzantium dengan menggunakan angkatan laut tentara Islam yang diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan.
Pada th. 648 masehi jadi masa-masa susah di pemerintahan Utsman bin Affan karna banyak pemberontakan yang terjadi, sampai pada akhirnya pada th. 656 masehi khalifah Utsman bin Affan mati terbunuh hingga pada ketika Ali bin Abi Talib menggantikan posisi Utsman bin Affan sebagai khalifah.
Dalam masa-masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib melakukan perubahan dengan mengubahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah hingga akibat dari itu seluruh terjadi perang shiffin pada th. 657 masehi.
Pada th. 661 masehi, Ali bin abi Thalib terbunuh hingga berakhirlah masa-masa Khulafaur Rasyidin di mana dilanjutkankan oleh Hasan seorang cucu nabi Muhammad Saw diangkat jadi khalifah kelima umat Islam sepeninggalan Ali Bin Abi Thalib.
Pada th. 661 masehi dimasa khalifah Hasan muncullah dua kelompok besar pasukan Islam yakni pasukan Muawiyah serta pasukan khalifah hasan, yang awal terjadi peperangan pada akhirnya berdamai serta khalifah hasan menyerahkan kekhalifahan pada Muawiyah. Perdamaian itu di kenal sebagai th. perdamaian atau persatuan umat dalam sejarah Islam. Sampai mulai sejak saat itu di masa-masa kekhalifahan Muawiyah muncullah sistem kepemimpinan secara turun temurun atau Daulah Umayyah yang nantinya juga akan berlanjut pada Daulah Abbasiyah, Daulah Fatimiyyah, Daulah Usmaniya serta Daulah ottoman.

Sejarah Islam di masa-masa Kerajaan Bani Umayyah.

Pada th. 661 masehi, diangkatlah Muawiyah sebagai khalifah dan segera membangun kerajaan Bani Ummaiyyah. Dimasa kekhalifahan Umayyah, banyak terjadi penyerangan seperti perang melawan konstantinopel pada th. 669 masehi, penaklukan kabul pada th. 670 masehi, terjadi penyerangan pertama di Konstantinopel hanya saja mengalami kegagalan pada th. 677 masehi, terjadi penyerangan kedua konstantinopel masih tetap mengalami kegagalan lantaran Muawiyah wafat pada th. 680 masehi. Lantas pada th. 680 masehi, Yazid I diangkat pengganti tahta Muawiyah, dan terjadi momen pembunuhan Husain bin Ali di Karbala.
Pada th. 685 masehi, Khalifah abdul malik menggantikan Yazid I serta pada saat itu khalifah menjadikan bhs Arab sebagai bahasa resmi kerajaan.
Pada th. 700 masehi, Islam mulai melawan kaum Barbar yang berada di Afrika Utara, lantas pada th. 711 masehi mulai penaklukan Sind, Spanyol serta Transoxiana.
Lantas pada th. 712 serta 713 masehi tentara bani umayya ke Sind, Spanyol serta Transoxiana dan terjadi penaklukan Multan. Lantas pada th. 716 masehi terjadi serangan ke Konstantinopel, kemudian pada th. 717 masehi umar bin abdul aziz menggantikan abdul malik sebagai khalifah, serta dimasa umar bin abdul aziz terjadi pengembangan yang hebat, di mana tentara Islam mulai melawan nimes di Perancis, tetapi khalifah umar bin abdul aziz mengalami kekalahan di kufah ditangan kekhalifahan abbasiyah.
Pada th. 750 masehi, Bani umaiyyah diruntuhkan oleh Abbasiyah. Pada akhirnya muncullah kekhalifahan baru yakni kekhalifahan Abbasiyyah.

Sejarah islam di kerajaan Bani Abbasiyah

  • Pada th. 752 masehi sudah berdiri kerajaan Bani Abbasiyah, kemdian pada th. 755 masehi terjadi pemberontakan oleh Abddullan bin Ali serta terjadi pembunuhan Abu Muslim.
  • Pada th. 756 masehi, berdiri kerajaan Bani Ummaiyyah di Spanyol di bawah khalifah Abd ar-rahman I.
  • Pada th. 763 masehi didirikan kota baghdad serta terjadi kekalahan tentara Abbasiyah di Spanyol.
  • Pada th. 786 diangkatlah Harun ar-Rasyid sebagai khalifah.
  • Pada th. 792 terjadi penyerangan di daerah selatan Perancis.
  • Pada th. 800 masehi, Al-khawarizmi menciptakan aljabar.
  • Pada th. 805 masehi, terjadi perlawanan antas Byzantium, penyerangan di pulau cyprus serta pulau Rhodes.
  • Pada th. 809 masehi, wafatnya harun ar-rasyid, lantas Al-Amin diangkat sebagai khalifah.
  • Pada th. 814 masehi terjadi peperangan antar saudara yakni Al-Ma’mun serta Al-Amin, yang pada akhirnya Al-Amin terbunuh dan secara otomatis Al-Ma’mun diangkat sebagai khalifah.
  • Pada th. 1000 masehi, dibangun mesjid besar Cordoba.
  • Pada th. 1005 masehi, Ghur serta Multan di taklukkan oleh Islam.
  • Pada th. 1055 masehi tentara Turki Seljuk menyerang Baghdad yang pada akhirnya dimulailah pemerintahan Abbasiyah-seljuk yang ada hingga 1258 sampai baghdad dimusnahkan oleh tentara Mongol.
  • Pada th. 1085, terjadi penyerangan di Toledo Spanyol oleh tentara Kristen
  • Pada th. 1091 masehi, bangsa Norman menyerang wilayah Sicilia serta disitulah pemerintahan Islam berakhir. Lantas pada th. 1095 masehi terjadi perang salib pertama.
  • Pada th. 1099 masehi, terjadi penaklukkan Baitul Maqdis oleh tentara Salib serta mereka banyak membunuh penduduk.
  • Pada th. 1144 masehi, terjadi penaklukkan Edessa oleh tentara Kristen serta diputuskan sebagai perang salib kedua.
  • Pada th. 1187, terjadi penaklukkan baitulmuqaddis dari tentara salib oleh Salahuddin Al-Ayyubi.
  • Pada th. 1194, tentara islam mulai menaklukkan Delhi, India.
  • Pada th. 1236, terjadi penaklukan di Cordoba oleh tentara kristen.
  • Pada th. 1258 masehi, tentara Mongol mulai menyerang serta memusnahkan kota Baghdad dengan membunuh banyak penduduk serta berakhilah pemerintahan kerajaan Bani Abbasiyah-seljuk.
  • Lantas pada th. 1260 masehi terjadi kebangkitan Islam serta mulai menaklukkan tentara mongol di pertempuran Ain Jalut yang dipimpin oleh Sultan Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz.

Sejarah Islam Di Kerajaan Turki Utsmani

  • Pada th. 1243 masehi, bangsa turki udah hidup secara berpindah-pindah yang pada akhirnya menetap di Asia Kecil.
  • Pada th. 1299 masehi, muncullah pemerintahan kecil Turki di bawah Turki Seljuk yang didirikan di barat Anatolia.
  • Pada th. 1301 masehi, Osman I mulai menyatakan diri sebagai Sultan, serta pada ketika itu berdirilah kerajaan Turki Usmani.
  • Pada th. 1345, turki seljuk mulai menyeberang di selat Bosporus.
  • Pada th. 1389, pasukan utsmani udah menewaskan tentara Serb di wilayah Kosovo.
  • Pada th. 1402, Raja tartar dari mongol menumpas tentara Usmaniyah di Ankara.
  • Pada th. 1451, Sultan Muhammad Al-Fatih diangkat sebagai pemerintah.
  • Pada th. 1453 masehi, Konstantinopel berhasil ditaklukkan di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih serta berakhirlah kerajaan Byzantium.
  • Pada th. 1520, Sultan Sulaiman al Qanuni sudah diangkat jadi sultan.
  • Pada th. 1526 masehi terjadi perang Mohacs, lantas pada th. 1529 terjadi serangan serta kepungan di Vienna, lantas pada th. 1571 masehi terjadi peperangan lepanto, lantas pada th. 1683 masehi terjadi serangan serta kepungan di vienna untuk kedua kalinya.
  • Pada th. 1687 masehi, Sultan muhammad IV sudah meninggal dunia.
  • Pada th. 1703 masehi terjadi pembaharuan kebudayaan di bawah Sultan Ahmed II.
  • Pada th. 1774 masehi terjadi perjanjian Kucuk Kaynarca serta pada th. 1792 terjadi perjanjian Jassy/
  • Pada th. 1793 masehi, Sultan Selim IIM mengumumkan satu petadbiran baru.
  • Pada th. 1798, Napoleon coba menaklukkan mesir.
  • Pada th. 1804 terjadi pemberontakan serta satu kebangkitan pada bangsa serbia yang pertama.
  • Pada th. 1815, terjadi pemerontakan serta kebangkitan bangsa serbia yang kedua.
  • Pada th. 1826 masehi terjadi pembunuhan massal tentara elit janissari dengan terjadi kekalahan tentara lau Utsmaniyah di Navarino.
  • Pada th. 1829 terjadi perjanjian Adrianople, pada th. 1830 selesainya perang kemerdekaan Greece.
  • Pada th. 1830 terjadi Konvensyen selat, lantas di th. 1853 terjadi perang Crimea serta pada th. 1878 diadakan kongres Berlin, Serbia dan montenegro untuk di beri kemerdekaan.
  • Pada th. 1912 terjadi perang Balkan yang pertama
  • Pada th. 1913 masehi terjadi perang balkan kedua.
  • Pada th. 1914 masehi terjadi sekutu kuasa tengah saat kerajaan turki utsmani masuk perang dunia I.
  • Pada th. 1919 masehi mustafa kemal ataturk sudah mendarat di samsun.
  • Pada th. 1923, sistem kesultanan sudah dihapus serta mustafa kemal ataturk mengganti turki jadi sistem republik
  • Pada th. 1924 masehi, sistem kekhalifahan dihapus serta pada saat itulah berakhir pemerintahan kerajaan turki Utsmani.
Read More »

Penjelasan Lengkap Hadis Masuk Surga Bukan Karena Amal

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ
“Tepatlah kalian, mendekatlah, dan bergembiralah, karena sesungguhnya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para shahabat bertanya: “Termasuk juga anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, termasuk juga saya, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”

Hadis di atas ditemukan di bebrapa kitab seperti: 
  1. Hadits di atas diriwayatkan dalam kitab berikut ini: Shahih al-Bukhari kitab ar-riqaq bab al-qashd wal-mudawamah ‘alal-’amal no. 6463, 6464, 6467.
  2. Shahih Muslim kitab shifat al-qiyamah wal-jannah wan-nar bab lan yadkhula ahadun al-jannah bi ‘amalihi no. 7289-7302.
  3. Sunan Ibn Majah kitab az-zuhd bab at-tawaqqi ‘alal-’amal no. 4201.
  4. Musnad Ahmad bab hadits Abu Hurairah no. 8233, 9830, 10011, 14944; bab hadits ‘Aisyah no. 24985, 26386

Matan Hadis Masuk Surga Bukan Karena Amal

Dalam riwayat al-Bukhari no. 6463, tuntunan Nabi saw terkait hadits di atas ada enam, yaitu:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاغْدُوا وَرُوحُوا وَشَيْءٌ
مِنْ الدُّلْجَةِ وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوا

“Amal tidak akan bisa menyelamatkan seseorang di antara kalian.” Mereka bertanya: “Tidak pula anda wahai Rasulullah saw?” Beliau menjawab: “Ya, saya pun tidak, kecuali Allah menganugerahkan rahmat kepadaku. Tepatlah kalian, mendekatlah, beribadahlah di waktu pagi, sore, dan sedikit dari malam, beramallah yang pertengahan, yang pertengahan, kalian pasti akan sampai.”
Dalam riwayat al-Bukhari yang satunya lagi, no. 6464, Nabi saw di akhir pesannya menyatakan:
سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاعْلَمُوا أَنْ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَأَنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَىاللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Tepatlah kalian, mendekatlah, dan ketahuilah bahwasanya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga. Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah itu adalah yang paling sering diamalkan walaupun sedikit.
Sementara itu, dalam riwayat Muslim no. 7299, tidak hanya disebut tidak akan masuk surga saja, melainkan ditegaskan juga tidak akan selamat dari neraka:
يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ وَلاَ أَنَا إِلاَّ بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ

Amal tidak akan memasukkan seseorang di antara kalian ke surga dan tidak pula menyelamatkannya dari neraka. Demikian juga saya, kecuali dengan rahmat Allah swt.

Syarah Mufradat

Saddidu, asal katanya sadad; ketepatan, sesuatu yang tepat. Maknanya menurut Ibn Hajar, shawab; benar. Artinya, beramallah dengan tepat, benar, mengikuti sunnah dan penuh keikhlasan.
Qaribu yang bermakna ‘mendekatlah’ maknanya ada dua; pertama, jangan menjauhi amal seluruhnya ketika tidak mampu, dan kedua, jangan berlebihan dalam beramal sehingga merasa kelelahan dan bosan. Itu berarti ambillah pertengahan dalam beramal. Ketika malas tiba, bertahan dengan tidak meninggalkan amal seluruhnya, beramallah sedekat-dekatnya, tidak mampu 100% (sadad) beramallah 90% (qarib), dan ketika semangat tiba, beramal dengan tidak berlebihan karena akan menyebabkan kelelahan dan kejenuhan.
Ughdu artinya berpergianlah di waktu pagi, ruhu artinya berpergianlah di waktu sore, dan ad-duljah artinya berpergian di waktu malam. Kata ad-duljah disertai dengan kata syai` (syai` minad-duljah; sedikit/sesaat di waktu malam) karena memang berpergian di waktu malam cukup sulit.
Menurut Ibn Hajar, ini seolah-olah isyarat agar shaum di sepanjang hari dari sejak pagi sampai sore, dan shalat tahajjud di sebagian malam. Walaupun, menurutnya, bisa juga diperluas untuk ibadah-ibadah lainnya.
Ibadah dalam hal ini diibaratkan dengan berpergian/perjalanan karena memang seorang ‘abid (yang beribadah) itu ibarat seseorang yang sedang berpergian dan menempuh perjalanan menuju surga.
Al-qashda maknanya pertengahan. Dijelaskan dalam riwayat lain sebagai amal yang rutin dikerjakan (dawam) walaupun sedikit-sedikit.
Taghammada diambil dari kata ghimd yang berarti sarung pedang. Taghammada berarti menyarungkan, atau dengan kata lain menutup (satr). Jika dilekatkan dengan kata rahmat dan ampunan, berarti menganugerahkan sepenuhnya (semua penjelasan dalam syarah mufradat ini disadur dari Fath al-Bari kitab ar-riqaq bab al-qashd wal-mudawamah ‘alal-’amal).

Penjelasan umum Hadis Masuk Surga Bukan Karena Amal

Muncul diskusi di kalangan para ulama terkait hadits di atas; benarkah masuk surga itu bukan karena amal? Jika demikian apa gunanya amal kita? Bagaimana pula kaitannya dengan firman-firman Allah swt berikut:
“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu amalkan”. (QS. An-Nahl [16] : 32)
Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al-A’raf [7] : 43.
Ayat semisal terdapat juga dalam QS. Az-Zukhruf [43] : 72)
Satu hal saja yang harus dicatat, semua ulama hadits tidak ada yang menyatakan bahwa hadits di atas bertentangan dengan ayat-ayat tersebut. Semuanya menempuh metode jam’ (menyatukan, mengompromikan) karena memang hadits di atas jelas keshahihannya.
Sebuah pertanda juga bahwa hadits yang shahih haram ditolak meskipun tampaknya bertentangan dengan al-Qur`an. Sedapat mungkin carikan komprominya, karena tidak mungkin Nabi saw menentang al-Qur`an. Dan itulah yang ditempuh oleh para ulama hadits sebagaimana akan diuraikan berikut ini.
Imam Ibn Bathal, sebagaimana dikutip Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, menjelaskan bahwa surga itu ada beberapa tingkatan. Ayat-ayat yang menjelaskan masuk surga karena amal, itu maksudnya adalah menempati tingkatan-tingkatannya itu.
Sementara masuk surganya sendiri, itu mutlak hanya berdasarkan rahmat Allah swt. Jadi, dengan rahmat Allah swt, seseorang ditentukan masuk surga dan tidaknya. Sesudah ada keputusan masuk surga, maka ketentuan masuk surga tingkatan yang mananya itu ditentukan berdasarkan amal.
Selanjutnya, Ibn Bathal menjelaskan, bisa juga maksud dari ayat-ayat dan hadits di atas adalah saling menguatkan. Artinya, masuk surga itu tergantung rahmat Allah swt juga amal-amal kita. Demikian juga, penentuan tingkatan yang mananya di dalam surga itu tergantung rahmat Allah swt dan amal-amal kita.
Imam al-Karmani, Jamaluddin ibn as-Syaikh, dan Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa huruf ‘ba’ pada ayat-ayat di atas bukan bermakna sebab (sababiyyah), melainkan bersamaan (ilshaq, mushahabah). Jadi bukan berarti masuk surga itu dengan sebab amal, melainkan masuk surga itu bersamaan adanya amal, karena sebab yang paling utamanya adalah rahmat Allah swt.
Ini berarti bisa membantah pendapat Jabariyyah yang menyatakan bahwa masuk surga itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan amal, melainkan mutlak hanya rahmat Allah swt saja. Juga membantah pendapat Qadariyyah yang menyatakan bahwa masuk surga itu murni karena amal saja, tidak ada kaitannya dengan rahmat Allah swt.
Imam Ibn Hajar memberikan penjelasan yang sedikit berbeda. Amal seseorang walau bagaimanapun tidak mungkin menyebabkannya masuk surga jika pada kenyataannya amal itu tidak diterima oleh Allah swt. Nah, persoalan amal itu diterima atau tidaknya, ini jelas wewenang Allah swt, dan ini mutlak berdasarkan rahmat Allah swt (semua pendapat ulama di atas dikutip dari Fath al-Bari kitab ar-riqaq bab al-qashd wal-mudawamah ‘alal-’amal).
Sementara itu, jawaban yang cukup panjang dapat ditemukan juga dalam salah satu risalah (tulisan ringkas) Imam Ibn Taimiyyah yang dikodifikasikan dan diedit ulang oleh Syaikh Muhammad Rasyad Salim dalam Jami’ur-Rasa`il, dalam risalah no. 9 berjudul risalah fi dukhulil-jannah hal yadkhulu ahadun al-jannah bi amalihi am yanqudluhu qauluhu saw la yadkhulu ahadun al-jannah bi ‘amalihi; risalah tentang masuk surga, apakah seseorang masuk surga itu disebabkan amalnya, ataukah terbantahkan dengan sabda Nabi saw seseorang tidak masuk surga dengan sebab amalnya.
Hal pertama yang ditekankan oleh Ibn Taimiyyah adalah tidak mungkin hadits Nabi saw yang shahih bertentangan dengan al-Qur`an. Selanjutnya, Ibn Taimiyyah juga menyatakan, huruf ‘ba’ yang ada dalam hadits dan ayat di atas, kedua-duanya memang menyatakan sebab. Hanya tentunya, menurut beliau, ketika sesuatu dinyatakan sebagai sebab, bukan berarti bahwa sebab tersebut adalah satu-satunya sebab dengan meniadakan yang lainnya.
Contoh sederhananya adalah air hujan yang dinyatakan sebagai sebab tumbuhnya tumbuh-tumbuhan di bumi (QS. Al-Baqarah [2] : 164 dan QS. Al-A’raf [7] : 57). Tentu yang dimaksud bukan hanya air hujan saja yang dapat menyebabkan tumbuh-tumbuhan itu tumbuh, melainkan juga ada sebab lainnya seperti angin, tanah, sinar matahari, yang kesemuanya itu sangat tergantung pada rahmat dan anugerah dari Allah swt.
Hadits yang disampaikan Nabi saw di atas, menurut Ibn Taimiyyah, mengajarkan kepada kita untuk tidak memahami hubungan amal dan surge sebagai mu’awadlah; timbal balik, balas jasa, atau ganti rugi.
Hal itu disebabkan pertama, Allah swt sama sekali tidak butuh terhadap amal kita, tidak seperti halnya seorang majikan yang butuh kepada para pekerjanya. Amal manusia untuk manusia sendiri, karena kalaupun semua manusia tidak beramal Allah swt tidak ‘peduli’, Dia akan tetap sebagai Yang Mahakuasa dan Mahaperkasa (Lihat QS. Al-Baqarah [2] : 286, Fushshilat [41] : 46, an-Naml [27] :
40).
Kedua, amal seorang manusia tidak diwujudkan oleh dirinya sendiri, melainkan berkat anugerah dan rahmat Allah swt juga, mulai dari menghidupkannya, memberi rizki, memberi tenaga, kesehatan, mengutus rasul-rasul, menurunkan kitab-kitab, menjadikannya cinta kepada keimanan dan menjadikannya benci terhadap kekufuran. Semua itu adalah berkat rahmat Allah swt.
Ketiga, amal seorang manusia setinggi-tingginya tidak akan senilai dengan pahala yang diberikan Allah kepadanya, karena dalam pahala itu Allah swt sudah melipatgandakannya dari mulai 10 kali lipat, 700 kali lipat, bahkan sampai kelipatan yang tidak dapat terhitung nilainya.
Keempat, nikmat dan kesenangan yang telah diberikan Allah swt kepada manusia selama di dunia, walau bagaimanapun tidak akan mampu dibayar oleh manusia. Seandainya manusia diharuskan membayarnya dengan amal, pasti mereka tidak akan mampu beramal untuk membayarnya. Padahal jelas, manusia bisa beramal itu berkat nikmat-nikmat Allah swt tersebut.
Kelima, manusia selalu diliputi oleh dosa dan kesalahan. Seandainya saja tidak ada ampunan Allah swt dan kebijaksanaan-Nya untuk hanya mempertimbangkan amal-amal yang baik saja, dengan mengenyampingkan amal jeleknya, tentu manusia tidak akan mungkin masuk ke dalam surga (Lihat QS. Az-Zumar [39] : 33-35, al-Ahqaf [46] : 16). Inilah di antara maksud sabda Nabi saw: “Ya, termasuk juga saya, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”
Dari uraian panjang ini bisa ditarik kesimpulan bahwa amal tetap sebagai penyebab adanya balasan surga. Hanya berdasarkan hadits ini seseorang tidak boleh ta’ajjub (berbangga diri) dengan amalnya sendiri, karena di sana pasti ada peran rahmat Allah swt.
Dengan hadits ini juga seseorang tidak perlu takalluf (mempersulit diri) dengan amal-amal yang dikerjakannya. Tetap optimis dengan amal-amal yang sudah, sedang dan harus dikerjakan, sebagaimana tuntunan Nabi saw: saddidu, wa qaribu, wa absyiru, wa-ghdu, wa ruhu, wa syai`un minad-duljah, wal-qashda wal-qashda, semuanya itu pasti akan menyebabkan kita tablughu; sampai pada cita-cita yang diidamkan (surga). by Nashruddin Syarief









Sumber:(tongkronganislami.net)
Read More »