Showing posts with label Lawan PKI. Show all posts
Showing posts with label Lawan PKI. Show all posts

Kodim dan RT/RW Seluruh Indonesia Diminta Putar Film G30S PKI



Wacana pemutaran kembali film dokumenter G30S PKI mengemuka di media sosial. Banyak warganet yang setuju jika film tersebut kembali diputar di stasiun televisi nasional guna membekali generasi muda akan bahaya komunisme.

“Stuujuuu skali..soalnya gnerasi skarang tdak mengenal sjarah..jd nya cuek...pake baju berlambang palu arit malah bangga..dan unik katanya.. pdahal lambang itu pnya sjarah kelam bagi rakyat indonesia...pemerintah malah sibuk membrantas ormas...bukan mikrin gnerasi penerus bangsa ini yg makin g jlas....ya alloh berikanlah pemimpin yg amanah bagi bangsa ini..amiiiin..,” tulis pemilik akun Uciha Madara dalam wall fanpage Facebook Voa Islam, Senin (11/9/2017).

Hal senada juga disampaikan pemilik akun Noor Thaibah. “Sangat2 setuju supaya generasi muda kita tahu bagaimana kejamnya PKI membunuh ulama2 kita dan yang tidak sepaham dgn idiologi mereka pokoknya berantas PKI sampai keakar-akarnya supaya jangan hidup dibumi Indonesia yang berazaskan Pancasila dan UUD 45.”

Pemilik akun Ton Sugyarto mengusulkan agar tak hanya film G30S PKI saja yang ditayangkan rutin. Melainkan juga film-film perjuangan pahlawan nasional. “Pmth dan yg terkait plinplan, film perjuangan dan kepahlawanan spt 10 Nopember, Jend besar Sudirman, Diponegoro, Cut Nyak Din, termasuk Gestok /G30S spt penting utk menumbuhkan nasionalisme pd generasi muda indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa cinta pd tanah air dan bangsa, persatuan diantara suku menepis rasisme, bukan kebarat"an dan mengandalkan sikap dan sifat apatis,” ungkap Ton Sugyarto.

Namun, tampaknya wacana ini dirasa sulit direalisasikan mengingat adanya beberapa regulasi. Misalnya regulasi tentang penyiaran yang tidak membolehkan tayangan kekerasan pada layar kaca.

Beberapa warganet memberi solusi agar film G30S PKI tetap dapat disaksikan, yakni dengan cara nonton bareng di wilayah masing-masing.

“Gimana kalau kita minta TNI yang memutar nya di seluruh kodim/babinsa,” usul akun Iriansyah IR.

Ahmad Jumhari mengusulkan, “Kalo saya sih setuju bangat,,,,lgian film tuh udh lama bangat gak disiarkan ditelevisi jd sy kangen untuk melihat kekejian pki,,,,mungkin harus disiarkan melalui layar tancap disetiap rt/rw setempat kali ya biar stiap warga bisa berkumpul untuk melihatnya filmnya dan bisa bersilaturahmi juga sesama warga.
Read More »

MS Ka'ban : Ingin Cabut TAP MPRS? Siap-siap Berhadapan dengan TNI, Umat Islam, & Kaum Nasionalis

Apabila ada oknum massa yang ingin mencabut peraturan bahwa PKI dilarang oleh Negara, maka mereka dikatakan oleh politisi PBB tentu akan menghadapi para tentara, rakyat, dan juga kaum-kaum nasionalis-agamis.
Pasalnya, penetepan pembubaran PKI sebagaimana yang termaktud di TAP MPRS itu menurut MS Ka'ban adalah ketetapan abadi, yang artinya sebuah maklumat/dokumen sejarah RI.
"TAP MPRS NO. XXV/66 abadi. Dokumeen NKRI. Mau cabut harus bikin revolusi. Revolusi, TNI, umat Islam dan kaum nasionalis bersatu tak terkalahkan," ia mengingatkan, melalui akun Twitter pribadi miliknya, belum lama ini.
Di lain soal, bagi Ka'ban pengikut atau simpatisan PKI tidaklah lebih dari para penipu, yang hanya ingin merebut kekuasaan dengan cara-cara inkonstitusional. "Kalau komunis teriak demokrasi, itu pasti tipu muslihat rebut kekuasaan. Habis itu disikat seluruh kontra revolusi.
PKI, Tuhan saja dinafikan, apalagi cuma sejarah, so pasti diingkari, dipulas, diputar-balik. Tipu muslihat. Begitulah mental pengkhianat."
Pun soal pemutaran film G30S/PKI secara bersama-sama dinilai Ka'ban seharusnya tidak perlu dijadikan polemik. Yang setuju nonton, yang tidak sebaliknya tetapi harus tetap setia kepada UUD.
"Tidak perlu ada polemik nobar film G30S/PKI. Itu fakta sejarah. Tidak boleh dilupakan. Yang tidak setuju, tidak perlu nonton, tapi tetap bela UUD 45.
Perintah Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo tentang nobar film G30S/PKI patut didukung dan dilaksanakan. Sekalian meriahkan tahun baru Hijriah dan 10 Muharam.
Tahun baru Hijriah 1439 tahun baru Islam, membangun peradaban NKRI sesuai amanat Pembukaan UUD 45. PKI tidak ada tempat di NKRI."



Credit(://www.voa-islam.com/)
Read More »

COVER STORY September 2017: Kejam, Beginilah Hasil Otopsi Tujuh Jenderal Korban PKI


Tak banyak masyarakat yang tahu dengan hasil otopsi tujuh jenazah jenderal yang menjadi korban kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI). 
 
Intisari edisi September 2009 dalam judul “Saksi Bisu dari Ruang Forensik” mencoba mengurai itu; mengungkap faktra-fakta yang tersembunyi di balik bangsal-bangsal forensik. 
 
Tepatnya setelah para korban G30S ditemukan di dalam sumur di Lubang Buaya, Jakarta Timur, 4 Okotober 1965. Tujuh mayat jenderal itu lantas dibawa ke RSPAD guna diotopsi.
 
Untuk keperluan otopsi jenazah-jenazah jenderal tersebut dibuatlah tim yang terdiri dari dua dokter RSPAD, yaitu dr Brigjen. Roebiono Kartopati dan dr. Kolonel. Frans Pattiasina; lalu ada tiga dari Ilmu Kedokteran Kehakiman UI, Prof. dr. Sutomi Tjokronegoro, dr. Liau Yan Siang, dan dr. Lim Joe Thay.
 
Berikut hasil otopsinya. 
 
Achmad Yani
 
-- Luka Tembak masuk: 2 di dada kiri, 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di garis pertengahan perut, 1 di perut bagian kiri bawah, 1 perut kanan bawah, 1 di paha kiri depan, 1 di punggung kiri, 1 di pinggul garis pertengahan.
 
-- Luka tembak keluar: 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di punggung kiri sebelah dalam.
 
-- Kondisi lain: sebelah kanan bawah garis pertengahan perut ditemukan kancing dan peluru sepanjang 13 mm, pada punggung kanan iga kedelapan teraba anak peluru di bawah kulit.
 
R. Soeprapto
 
-- Luka tembak masuk: 1 di punggung pada ruas tulang punggung keempat, 3 di pinggul kanan (bokong), 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pertengahan paha kanan.
 
- Luka tembak luar: 1 di pantat kanan, 1 di paha kanan belakang.
 
-- Luka tidak teratur: 1 di kepala kanan di atas telinga, 1 di pelipis kanan, 1 di dahi kiri, 1 di bawah cuping kiri.
 
-- Kondisi lain: tulang hidung patah, tulang pipi kiri lecet.
 
M.T Haryono
 
-- Luka tidak teratur: 1 tusukan di perut, 1 di punggung tangan kiri, 1 di pergelangan tangan kiri, 1 di punggung kiri (tembus dari depan).
 
Soetojo Siswomiharjo
 
-- Luka tembak masuk: 2 di tungkai kanan bawah, 1 di atas telinga kanan.
 
- Luka tembak keluar: 2 di betis kanan, 1 di atas telinga kanan.
 
-- Luka tidak teratur: 1 di dahi kiri, 1 di pelipis kiri, 1 di tulang ubun-ubun kiri,  di dahi kiri tengkorak remuk.
 
-- Penganiayaan benda tumpul: empat jari kanan.
 
S. Parman
 
-- Luka tembak masuk: 1 di dahi kanan, 1 di tepi lekuk mata kanan, 1 di kelopak atas mata kiri, 1 di pantat kiri, 1 paha kanan depan.
 
-- Luka tembak keluar: 1 di tulang ubun-ubun kiri, 1 di perut kiri, 1 di paha kanan belakang.
 
-- Luka tidak teratur: 2 di belakang daun telinga kiri, 1 di kepala belakang, 1 di tungkai kiri bawah bagian luar, 1 di tulang kering kiri.
 
-- kekerasan tumpul: tulang rahang atas dan bawah.
 
 
D.I Panjaitan
 
-- Luka tembak masuk: 1 di alis kanan, 1 di kepala atas kanan, 1 di kepala kanan belakang, 1 di kepala belakang kiri.
 
-- Luka tembak keluar: 1 di pangkal telinga kiri.
 
-- Kondisi lain: punggung tangan kiri terdapat luka iris.
 
 
P. Tendean
 
-- Luka tembak masuk: 1 di leher belakang sebelah kiri, 2 di punggung kanan, 1 di pinggul kanan.
 
-- Luka tembak keluar: 2 di dada kanan.
 
-- Luka tidak teratur: 1 di kepala kanan, 1 di tulang ubun-ubun kiri, 1 di puncak kepala.
 
-- Kondisi lain: lecet di dahi dan pangkal dua jari tangan kiri




Sumber:(https://www.voa-islam.com/read/politik-indonesia/2017/09/22/53319/cover-story-september-2017-kejam-beginilah-hasil-otopsi-tujuh-jenderal-korban-pki/)
Read More »

Prof DR Aminudin Kasdi : Jangan Percaya Omongan Orang PKI Karena Pasti Bohong

Satu ciri khas PKI yang kita dengar dari orang-orang tua yang mengalami hidup dan berhadap-hadapan dengan PKI adalah mulutnya selalu berbohong. Omonganya tidak bisa di pegang memutar balikkan fakta dengan cara dramatis hingga lawan bicara terpesona dengan segala bualannya.
Sejarawan dan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof DR Aminudin Kasdi menyampaikan bahwa masyarakat harus tetap waspada dan berhati hati dengan segala isu seolah olah PKI itu tidak kejam, bukan anti agama dan tetap berjuang untuk NKRI.
“Saya menemukan dokumen kecil berupa rencana pemberontakan PKI dengan target untuk mendirikan Negara Komunis Indonesia. Dokumen itu berupa buku kecil semacam buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis Comite Central PKI pada 1957 yang isinya menyebut tiga rencana revolusi atau pemberontakan oleh PKI dengan target Negara Komunis Indonesia.” Ujarnya, Selasa, (19/9).
Contoh kecil yang bisa kita saksikan dan publik seluruh Indonesia bisa menyaksikan sekaligus membuktikan kebohongan kader PKI adalah seperti yang di tunjukkan dan diperagakan oleh Ilham Aidit anak kandung DN Aidit.
Ilham Aidit memanfaatkan posisi dia sebagai anak Aidit untuk menghancurkan kepercayaan publik pada Film G/30/S/PKI yang akan di tonton kembali oleh publik nasional dengan bercerita soal DN Aidit yg tidak merokok, publik pasti akan percaya karena Ilham adalah anak kandung DN Aidit, dengan mengkritik fakta kecil bahwa sesungguhnya menurut Ilham dan Ibunya (istri Aidit) DN Aidit tidak merokok seolah-olah dia ingin mengatakan bahwa seluruh film itu tidak benar.
Tapi faktanya apa begitu banyak tersebar bahwa sesungguhnya DN Aidit adalah perokok berat, majalah Intisari yg mewawancari pada 1964 merekam fakta sepanjang wawancara selama 2 jam DN Aidit merokok.
Majalah Tempo membuat laporan bahwa menjelang eksekusi DN Aidit meminta rokok dan fakta yang tidak bisa terbantahkan photo ini memperlihatkan DN Aidit sedang membawa rokok/cerutu.
Sungguh benar pesan dari para orang tua tentang PKI: Ojo pisan-pisan Percoyo karo ilate PKI ( jangan sekali-kali percaya sama lidah omongan Orang2 PKI) demikian setidaknya pesan Prof Dr Aminudin Kasdi Sejarawan sekaligus pelaku sejarah yg berhadap-hadapan dengan PKI.
“Sekali lagi PKI adalah pembohong memutar balikkan fakta dan sejarah jangan pernah dengar dan percayai apapun versi cerita mereka kalau anda ingin selamat dari fitnah dunia hingga akhirat,” pungkasnya.






Sumber:(gemarakyat.id)
Read More »

GNPF MUI Setuju Usulan Jokowi Perbarui Film G30S/PKI, Asalkan jangan mengubah sejarah bahwa PKI adalah organisasi terlarang

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir sepakat instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada jajaran TNI untuk menyelenggarakan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI. Menurut pimpinan AQL Islamic Center kegiatan tersebut akan menambah khazanah berpikir anak-anak muda.
“‎Saya positif sekali untuk saat ini pemutaran film G30S/PKI dan supaya umumnya anak-anak muda yang sudah nggak aware lagi dan kurang informasi seputar ini, saya kira perlu,” kata Nasir ditemui di Masjid Al-Azhar, Jalan Sisingamaraja, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2017).
Bachtiar juga sepakat dengan usulan Presiden Joko Widodo agar konten film G30S/PKI diperbarui agar bisa lebih diterima oleh anak-anak generasi milenial.
“‎Tapi dengan tidak mengurangi substansi, jangan sampai mengurangi substansi, dan informasi, dan tidak terjadi distorsi sejarah, saya kira ide bagus,” kata Nasir.
Menurut Nasir pembaruan konten film bisa dilakukan asalkan jangan mengubah sejarah bahwa PKI adalah organisasi terlarang sesuai dengan TAP MPR XXV/1966.
“Ya saya kira yang kita tinjau dari sisi undang-undang dasar saja. Berdasarkan TAP MPR. Jadi tetap (PKI) terlarang,” tuturnya.




sumber:(gemarakyat.id)
Read More »

TRIO JENDRAL YANG SANGAT DIBENCI ANTEK-ANTEK PKI


Inilah sebabnya mengapa antek - antek komunis di indonesia begitu membenci mayjen kivlan zein dan juga letjen prabowo subianto.

(1) ah nasution, menggambarkan seseorang jenderal besar, suatu gelar kehormatan yang terhormat dalam dunia militer, yang di indonesia cuma disandang oleh 3 nama. gelar jenderal bintang 5 cuma dipunyai oleh panglima besar soedirman, abdul harris nasution, dan juga hektometer soeharto.

salah satu korban yang selamat dari kejadian g30s/pki, merupakan jenderal abdul haris nasution. ah nasution selamat dikala bakal diculik, sedangkan putrinya ade irma suryani (5 tahun) dan juga ajudannya lettu pierre tendean, tewas jadi korban.

ah nasution sukses meloloskan diri setelah itu mengirimkan pesan spesial kepada soeharto di markas kostrad. kesimpulannya kudeta g30s/pki sukses digagalkan dan juga ditumpas. seandainya ah nasution sukses diculik dan juga dibunuh, hingga sempurnalah rencana kudeta g30s/pki, dan juga kita tidak ketahui gimana jadinya indonesia.

oleh karenanya, jenderal besar ah nasution senantiasa menegaskan bahaya laten pki yang mulai bangkit berulang pasca reformasi 1998. dalam penjelasan formal ah nasution yang di informasikan bakrie tianlaen yang didampingi husni thamrin bertepatan pada 26 april 1999, ah nasution sudah menegaskan:

" akhir - akhir ini di bermacam mass media, baik cetak ataupun elektronik, muat bermacam wawancara dari sebagian tokoh yang lampaunya ikut serta g30s/pki dari sudut pandang mereka. dari pembicaraan mereka, seolah - olah tidak terasa bersalah atas aksi mereka di masa kemudian. yang amat memprihatinkan merupakan hasil wawancara itu dikutip begitu aja tanpa berupaya buat menekuni terlebih dahulu apa yang sempat dicoba oleh mereka. dengan pemberitaan tidak mendasar itu, untuk orang awam ataupun generasi yang tidak hadapi itu mampu bawa akibat untuk pola pikir mereka, terlebih lagi apabila kurang waspada mampu terbawa dalam alur pola benak yang sepatutnya butuh dijauhi. "

" mereka seakan - akan tidak terasa bersalah, kalau mereka melaksanakan pembunuhan terhada para jenderal angkatan darat (AD) yang dimasukkan dalam sumur lubang buaya. aku membaca dalam salah satu tulisan laporan bunda kota, kalau mereka telah membentuk yayasan korban 1965 - 1966, buat melaksanakan riset atas korban kejadian 1965. terlebih lagi, katanya hendak menuntut jenderal soeharto. "

apa yang di informasikan ah nasution saat ini kian nampak nyata gerakan dan juga upaya mereka pada masa saat ini. terlebih lagi yang senantiasa ceramah mewaspadai bangkitnya pki ditangkap. yang menentang upaya terselubung membangkitkan pki digebuki. tanya mengapa.

(2) letnan jenderal prabowo subianto, diketahui bagaikan orang yang amat dekat dengan jenderal nasution. bagaikan junior, prabowo tidak sempat terasa kurang ingat terhadap nasution. bagi bermacam catatan, prabowo merupakan salah satunya orang luar tidak hanya anggota keluarga yang diundang secara spesial oleh ah nasution menjelang akhir hayatnya.

hingga tidak heran, antek - antek dan juga anak cucu pki amat benci dengan prabowo. mereka hendak bergabung berbarengan lawan prabowo buat menjegal jangan hingga jadi ri - 1 karna hendak membatasi upaya mereka melanjutkan 1965 yang dahulu kandas.

(3) mayor jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) kivlan zen merupakan seseorang tokoh militer indonesia. dia sempat memegang jabatan kepala staf kostrad abri sehabis mengemban lebih dari 20 jabatan yang berubah, sebagian besar di posisi komando tempur. kivlan zein saat ini jadi sasaran antek - antek pki karna kegigihannya menentang bangkitnya pki. sempat ditangkap dengan tudingan makar dikala menjelang aksi 212.

seperti itu trio jendral yang amat dibenci antek - antek pki yang bakal bangkit berulang.

bagaikan pengingat kekejian pki, cukuplah kita mengenang ade irma suryani nasution.

ade irma suryani nasution (lahir 19 februari 1960 – wafat 6 oktober 1965 pada usia 5 tahun) merupakan gadis bungsu jenderal besar abdul harris nasution. ade terbunuh dalam kejadian gerakan 30 september yang berupaya buat menculik jenderal besar ah nasution.

belum cukupkah ade irma gadis mungil menawan jenderal ahnasution jadi korban terakhir pki? ? ?






(sumber : http: //wowmuslim. blogspot. com/2017/09/trio - jendral - yang - sangat - dibenci - antek. html )
Read More »